Wednesday, February 20, 2008

My very first time

Assalamualaykum, hello everyone.
Two days ago, my niece Maria suggested to me to create a blog. What? Blogging? What do I know about writing and publishing in the internet? I was once a computer illiterate. The next question is, what to write? I am just a kampung shy girl, an everyday girl with an everyday life, but of course I also have a dream. I dream that someday, we would be able to see the water in Sungai Klang as clear as mineral water that you can drink it without hesitation, I dream someday when you wake up in the morning, you could breathe easily and aaaahh….. I dream someday, there’s no traffic jam on the road, I dream…. and dream on…..


Impian Sang Puteri dan Tangisan Bumi

Impian Sang Puteri
Bangunnya esok pagi
Dan bila jendela terbuka
Mentari tersenyum memberi salam
Hari indah dan tenang menantinya

Impian Sang Puteri
Bangunnya esok pagi
Dan bila jendela terbuka
Udara dingin dan nyaman singgah menyapa
Lalu menyapu lembut pipinya
Mengusap mesra rambutnya yang terurai

Impian Sang Puteri
Bangunnya esok pagi
Dan bila jendela terbuka
Kicauan merdu sang unggas menyambutnya
Bagai paluan kompang menyambut mempelai
Deruan air terjun yang mengalir ke sungai jernih
Ikan-ikan comel bersorak girang
Menjamah santapan tanpa bimbang
Rama-rama cantik terbang ke sana ke mari
Hinggap pada bunga-bunga harum yang mekar berseri

Impian Sang Puteri
Bangunnya esok pagi
Dan bila jendela terbuka
Pohon-pohon besar tegap merimbun
Menghijau meredup pandangan
Gunung dan bukit teguh berdiri
Ombak laut ramah harmoni di pantai yang putih

Alangkah sedihnya Sang Puteri
Impian semalam bukan realiti
Bangunnya pagi ini
Dan bila jendela terbuka
Tiada lagi seri mentari
Pandangannya kabur nafasnya sesak
Oleh bau tengik asap jerebu yang membawa debu dan lumpur
Hatinya tersayat pedih
Mendengar rintihan ngeri mergastua yang berlagu sendu
Meratapi kemusnahan bumi
Tiada lagi tempat yang murni
Kemana lagi nak pergi
Air sungai berhenti mengalir
Sarat dengan sarap dan sisa industri
Sarat dengan dosa manusia yang haloba
Ikan-ikan menggelupur laku kaku bila nafas terhenti
Hutan belantara lenyap selamanya
Diratah sidurjana
Bukit bukau ditarah rakus dan kejam
Semua atas nama pembangunan?
Semua atas nama kemajuan?
Ombak laut membengis menjadi Tsunami
Menghakis ribuan jiwa insani
Alam semakin panas membara
Membakar jiwa Sang Puteri yang lara
Hanya airmata Sang Puteri
Yang masih jernih dan tulus
Mengalir lesu di wajahnya yang suram
Pagi ini.

Putri Bestari

21 Februari, 2008
9.41 pagi